Selasa, 07 Desember 2010

TATALAKSANA PENGOBATAN MALARIA FALSIPARUM TANPA KOMPLIKASI

Malaria masih menjadi masalah  di Indonesia juga di dunia. Saat ini sebanyak 424 kabupaten dari 576 kabupaten di Indonesia ditetapkan sebagai daerah endemis malaria. Resiko penyakit malaria dapat mempengaruhi tingginya kematian bayi, wanita hamil dan dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia. Salah satu upaya menurunkan anggka kematian yg disebabkan oleh malaria adalah melakukan pengobatan yg cepat,tepat dan rasional.
Diagnosis malaria kita tegakan berdasarkan anamnesis,pemeriksaan fisik dan laboratorium. Diagnosa pasti malaria harus ditegakan dengan pemeriksaan sediaan darah secara mikroskopik atau tes diagnosa cepat (RDT - Rapid Diagnostik Test).
A. Anamnesis, 
     Pada anamnesis sangat penting ditanyakan keluhan utama : demam,mengigil,berkeringat dan
     riwayat tinggal di daerah endemis malaria atau pernah berkunjung/bermalam ke daerah endemis malaria
     dalam kurun 1-4 minggu yll, tanyakan juga apakah ada riwayat sakit malaria ataupun tranfusi darah.
     Perhatikan juga tanda-tanda malaria berat, yaitu : kejang-kejang,panas sangat tinggi, muntah terus menerus
     dan tidak dapat makan dan minum, warna air seni seperti teh tua, jumlah air seni kurang (oliguria) sampai
     anuria.
B. Pemeriksaan fisik.
     Demam, konjungtiva/telapak tangan pucat, splenomegali dan hepatomegali.

PENGOBATAN
Semua obat anti malaria tidak boleh diberikan dalam keadaan perut kosong karena bersifat iritasi lambung.

A. Pengobatan Malaria FalsiparumTanpa Komplikasi

    Lini Pertama : Artesunat + Amodiakuin + Primaquin

    Usia                       Artesunat   Amodiaquin     Primaquin
    0 - 1 bulan                 1/4               1/4                       ---
    2 - 11 bulan                1/2              1/2                       ---
    1 - 4 tahun                  1                   1                       3/4
    5 - 9 tahun                  2                   2                      1 1/2
    10-14 tahun                3                   3                        2
     > 15 tahun                 4                   4                        3

Pengobatan diberikan selama 3 hari ( tabel diatas untuk hari 1,sedangkan untuk  hari 2 dan  ke 3 sama seperti hari 1 tetapi tanpa diberikan primaquin). Sebaiknya pemberian obat berdasarkan berat badan. Artesunat = 4 mg/kg BB, Amodiaquin = 10 mg/kgBB dan Primaquin = 0,75 mg/kgBB.

Untuk daerah Papua , karena sudah resisten thd artesunat dan Amodiaquin maka digunakan kombinasi :
Dihydroartemisinin+Piperaquin+Primaqin. (lain waktu akan kita posting).

Sumber Pustaka :PEDOMAN PENATALAKSANAAN KASUS MALARIA DI INDONESIA, DIRJEN P2PL KEMENTRIAN KESEHATAN RI 2009.


Baca topik lainnya :
-   Penanganan luka Rabies
-  Demam berdarah dengue

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger